Diawali dari sebuah titik, lalu ku tuju satu titik lagi, dan tak pernah ku palingkan pandangan pada satu titik itu. Aku hadapi dengan senyuman titik-titik berwarna yang terus kubuat dalam perjalanan menuju titik itu, kubiarkan ia menjadi pewarna, atau pengantarku menuju titik itu. karena dari titik awal hingga titik yang kutuju kan ku coba ku tarik garis lurus antarnya.
Rabu, 15 Mei 2013
Terima kasih telah ajariku
Ada simpul senyum diujung
bibir ini ketika ku sebut nama-Nya saat mulai bersua kata dengan mereka, indah
hidup ini, indah sungguh indah……
Mereka yang teristimewa bagiku, lebih dari sekedar kantong doraemon. Karena
jelas bukan hal-hal yang mempermudah yang aku butuhkan ternyata, tetapi segala
kesulitan yang bisa buatku menyadari hal ini.. “this is life, life is
beautiful”….. Airmata tak selamanya mewakili kesedihan, tapi airmata bisa jadi
saksi keindahan kata ketika aku tidak sadar mengungkapkan rasa yang telah jauh
mereka buktikan untukku yang tidak hanya dengan membalutku dengan kain yang
menghangatkan itu.
Tapi ada masa yang begitu panjang, sepanjang waktuku hingga detik ini…
mereka yang bukan hanya mengajariku mulai dari kata A hingga aku sekarang bisa
berkata-kata hingga Z bahkan berulang-ulang, tapi mereka juga yang ajariku
berbagai hal. Hingga akupun tertunda untuk hanya sekedar mengungkapkan rasa
ini. Awalnya aku sangat merasa malu ketika mengungkapkan tiga kata itu pada mereka.
Entahlah, kenapa seperti itu?? ..ya sudahlah itulah aku, aku dengan
kekuranganku…
“life is beautiful, beautiful because of
love” …^_^ sekali lagi aku telah
diajari mereka arti dari kata ini, pembuktian dari kata ini, satu kata yang
buatku ada disini. Disini bersama mereka, mereka yang memeluku, memapahku dan
menuntunku. Padahal jika ingat dengan lamanya waktu yang kulalui, untuk apa aku
masih dituntun. Inilah mereka yang begitu amanah dengan titipan-Nya. Aku pikir
mungkin mereka ingin aku memahami dulu, sehingga mereka tak henti mengajari dan
mengenalkan kepadaku.. this is life and there is love in this life.. jujur
sederet definisi yang ada tentang satu kata ini, tidak dapat ku ingat. Yah
tergantung pada mereka yang mengartikan pengalamannya.. akupun begitu dalam
mengartikannya. Seperti apa?
Senin, 13 Mei 2013
Sikecil yang berarti
“Nak, dulu bapak
seorang yang selalu beraktivitas ditengah terik matahari. Yaa.. bapak bekerja
tanpa dasi apalagi ada tanda pangkat dalam diri baik dipapan nama maupun gelar
dibelakang nama. Pada pagi hari bapak siapkan air dan sedikit nasi, dengan
semangat bapak langkahkan kaki karena malam harinya hujan turun lagi. Pasti
perairan sudah mengalir dan tanahnya sudah gembur untuk bertempur dengan si
besi tipis atau kaki bapak ini. Nak, kaki bapak ini entah sudah berapa ribu
langkah mengitari tanah becek itu. Belum lagi rasa gatal yang sudah tidak
dirasa lagi, bagaimana tidak? Binatang peliharaan kampung sebelah ikut juga
main becek-becekan bersama bapak, tapi dia juga yang turut membantu meringankan
kerjaan bapak waktu itu. Dipertengahan hari setelah menghabiskan bekal, bapak
teringat akan bibit yang telah bapak semaikan kurang lebih dua minggu yang
lalu. Perasaan bapak sangat bahagia melihat bibit itu sudah tampak hampir
menghijau semua, semakin meninggi dan semakin meninggi. Esok harinya tanah
gembur kemarin telah menjadi lumpur yang lembut. Terimakasih ya Allah karena si
hitam, karena air hujan, karena-Mu pekerjaanku selesai pada tahap
itu..AlhamdulillahTak lupa bapak ucapkan itu nak.
Disore hari bapak bersihkan lahan itu dari sisa rumput-rumput yang terlewat
kemarin. Lalu bapak ambil penggaris untuk membuat kolom dan garis kecil-kecil.
Ah seandainya lahannya sebesar halaman buku tentu penggarisnya pun cukup hanya
30 cm panjangnya. Tapi penggaris yang bapak gunakan waktu itu tentu lebih
besar.
Nak, bapak bercerita bukan tentang bapak, bukan karena bapak mengeluh atau merasa
kecewa.
Tapi, tentang arti dalam proses si keci ini (bibit-padi-beras-nasi)
jika bibit yang baru ditanam, bapak yakin orangtuamu akan selalu menjagamu dan
memperhatikanmu, memberikan kasih sayang yang penuh untukmu.
(terhenti sejenak)…………..
“Nak, ini sepenggal cerita bapak untukmu.Buang rasa lelahmu nak, itu hanya sementara. Semangat
Anakku”
Dan ada keindahan
ketika bapak memindahkan bibit yang sudah siap untuk dipindahkan pada setiap
sudut kotak-kotak diladang bapak itu, tertata rapih dan teratur. Ada harapan
besar bapak pada bibit itu,
harapannya……………..sambil menunggu mereka
(bibit-bibit itu) tumbuh tinggi, bapak
tak pernah absen untuk memberikan pupuk sesuai waktu dan jenisnya. Semakin
meninggi dan semakin meninggi, masih saja ada rumput-rumput dan serangga yang
menempel disekitarnya bahkan padanya. Bapak takut rumput itu mengganggu
pertumbuhannya. Bapak takut mereka akan tampak berbeda dengan yang lainnya,
akan tetapi selain itu ada yang lebih bapak takutkan selain dari rumput-rumput
itu yang bisa bapak singkirkan dengan tangan bapak ini. Ketakutan akan harapan
bapak yang bertolak belakang, ketika mereka padi-padi bapak mulai berbuah,
bapak takut dengan buah-buah mereka semakin banyak dan sedikit menguning, justru padi-padi bapak itu
tidak merunduk, mereka malah terus mengikuti pertumbuhan batang yaitu berdiri
keatas.Entah apa yang
harus bapak lakukan pada tahap ini, jika seperti ini?bapak telah
melakukan penyemaian, pengarapan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan dengan
harapan dapat memanen dengan hasil yang baik, bukan hanya untuk bapak nak.jika sudah
dipanen semoga padi-padi itu bisa sampai pada tahap menjadi beras hingga
menjadi nasi, dan sampai pada perut-perut manusia, yang tidak berahir di tempat
sampah karena hal ini pun kemungkinan bisa terjadi. Benar tidak nak?
bukan
tentang kaki bapak yang gatal,
rumput-rumput atau serangga yang menjengkelkan, padi bapak yang takut tidak
merunduk, ataupun nasi yang berahir di tempat sampah.
Jika kamu si
kecil itu nak, sudah pada tahap mana engkau anakkujika engkau
sedang tumbuh dan menghijau diladang, orangtuamu pasti juga akan terus menjaga,
memperhatikan, memberikan kasih sayang yang penuh untukmu.Jika sebentar
lagi engkau akan berbuah, ingatlah nak merunduklah…karena itu harapan bapak,
merunduk atau menengadahnya padi, semua orangpun tau yang mana yang berisi.jika sudah
menjadi beras, jadilah beras yang
berkualitas, yang tidak ditemani ribuan kutu karena engkau sama seperti orang
kebanyakan, tertimbun didalam tempat-tempatmu,. Padahal jika kau lihat diluar
tempatmu ada banyak orang yang memungut ceceranmu, ada yang harus menukarmu
dengan waktunya setengah hari, selalu begitu dan begitu.jika engkau anakku sudah pada tahap menjadi nasi
bapak berdo’a untukmu selalu agar engkau menyapa perut-perut manusia, bukan
hanya untuk mereka yang berdasi, atau mereka yang memiliki gelar diri. Tapi
untuk mereka juga yang tidak jauh
nasibnya dengan bapak, sapalah nak.kalaupun engkau
terjatuh tanpa ketersengajaan, semoga engkau menyapa perut yang akan menemanimu
dipiring. Sehingga engkau tetap menyapa perut-perut manusia walau prosesnya
lama.
bersabarlah nak,
karena inilah jalannya, inilah hidup, perlu proses untuk sampai pada tujuan
kita mungkin seperti harapan bapak.
Tidak selalu
mulus, ada saja kan?
Anakku.”Bapak pikir, bapak-bapak disanapun tak jauh dengan
harapan bapak, mungkin hanya berbeda sedikit, mungkin.
Sungguh bapak tidak lelah, buktinya bapak tak
pernah kehabisan keringat.Sungguh bapak bisa mengeluarkan keringat dari
mata bapak ini, jika engkau sudah mampu menyapa perut-perut itu nak,
Hah….kenapa, bukan keringat? Hehe mungkin keringat selalu mendominasi air yang
ada pada bapak tiap harinya tanpa jeda.
Kamis, 13 Desember 2012
Sejenak Mengulang Teorinya Tentang Pohon Kelapa
Ada satu menit dimana aku
menyapa pohon apel, kali ini dia tampak
memerah nadanya meninggi, hah dia marah… karena sifat pelupaku ini, makanya ku catat maksudnya itu sekarang.
dia berkata“nak lihatlah pohon kelapa itu, pohon kelapa itu memiliki banyak buah, banyak bukan?? Saling berdekatan, tampak hijau dan kuat. Tapi coba perhatikan perlahan-lahan apakah semua buahnya sama?”
“nah makanya sekarang perhatikan dari sebanyak itu pasti ada saja yang berbeda, paham??” tanyanya.
“Sudah ingat aku sudah pernah menceritakan ini padamu?” lanjutnya lagi
nyengir kuda aku dibuatnya, itu adalah ekspresiku biasanya. Tapi kali ini airmataku menetes, dan aku rindu setelah itu dia menepak jidatku. Dasar anak pintar !! haha
tapi karena posisiku sekarang, tidak ada adegan itu lagi..(T,T)
Teori itu terus berulang-ulang ternyata harus aku pakai. Bukan hanya sekedar untuk diingat tapi untuk ditulis.
Dari banyaknya buah pasti ada saja yang berbeda, tidak semuanya baik tapi ada saja, ada yang sedikit bopeng. Terus apakah pohon kelapa itu membuangnya? Dia tetap memeluknya, terkecuali buah yang bopeng itu menjatuhkan diri. Begitu besar ya kasih sayang pohon kelapa itu, bahkan dia bisa saja menyalahkan dirinya sendiri tentang kegagalanya karena tidak menghasilkan buah yang sama.
Hmm… aku paham sekarang, tapi bukan karena pohon kelapa itu tapi karena pohon apelku yang selalu melihat hal-hal yang tak pernah bisa kulihat. Pikiranya yang begitu luas, dadanya yang begitu lapang, dan emosinya yang selalu mampu ia redam.
aku meluap-luappun ia segera tumpahkan air digelasku, lalu mulai dia isi lagi. Hah….syukurku karena ada pohon apel dihidupku, Allhamdulillah.
sebentar saja, coba renungkan apakah semua buah sama? Tidak. Terus kamu mngharapkan buah itu sama? Mustahil bisa sama. Jadi jika kamu memang ingin menjadi buah yang baik, bersabarlah, banyak sekali pupuk yang harus pohon apel hisap dengan akarnya. Bertahan dan jangan sampai terjatuh. Lihatlah seberapa berusaha keraskah akar-akar itu menyerap pupuk dan air. Untuk siapa? Untukmu. Terus dengan mudah kamu menjatuhkan diri. Hai jangan !! pohon apel masih ingin melihatmu disitu, melihatmu membesar dan mulai memerah. “Tidak lama lagi” itulah katanya hanya sekedar untuk menyemangatiku padahal bersamaan dengan itu akarnya terus meronta-ronta memegangi tanah hanya sekedar untuk menyerap air dan pupuk itu agar sampai kepada buah apel, yah untuk buah apel.
Angin itu memang menyebalkan lagi-lagi dia mengelus-elus buah apelnya, hampir saja.
Tapi kali ini sudah ku tulis teorinya, silahkan kalian elus-elus, lebih kencang lagi juga boleh.
haha...kantong teori pohon apel masih banyak.
“aku
gak tau” jawabku,
Pohon apel dengan buahnya
Hmm…aku kangen
mnggoreskan tulisanku lebih dari skedar mengkopi catatan presentasi dosen dalam
menjabarkan mata kuliah seputar keperawatan..
kuawali dari huruf
a,
aduh bingung mu nulis apa???
oh iya, ada yang selalu menginspirasi hidupku, menebarkan kecerian dlm hari-hariku…dia sebuah pohon.
sebelumnya ada satu kata yang ingin selalu aku ucapkan sebelum dan setelah tidur “terima kasih”..
terimakasih pohon apel, yang semakin lama semakin merunduk seakan tak mau kalah dengan usiamu yang terus bertambah, dulu awalnya kamu terlihat gagah , yah itu dulu..sekarang??? sekarangpun dia masih segagah itu, “semangatnya” dan itu lebih penting.
semangat pohon apel !!.
dia yang tak pernah memperlihatkan kelelahan
dia yang tak pernah mengeluh
dia yang menginspirasi hidupku..
Hidup dalam kesederhanaan dengan selalu menciptakan kehangatan sudah pasti akan ada kebahagiaan. Bagaikan sebuah oase ditengah masaku. Masaku yang semakin menanjak pohon apel tetap memberikan keteduhan dengan daun-daunnya ia menyorai-nyoraikan agar aku tetap semangat dan yakin bahwa aku dapat menyelesaikan pendakian ini.
selalu ada canda dan tawa ditengah zaman yang rasanya sudah mulai menyered kami untuk segera dimusiumkan. Kenapa kami? Iya aku adalah sebuah buah dari pohon apel itu, jiwaku, pandanganku tercipta seperti yang pohon apel ajarkan..jika data-data kami diprint dalam lembaran-lembaran kertas maka pasti akan tampak perbedaanya dengan mereka.
kuawali dari huruf
a,
aduh bingung mu nulis apa???
oh iya, ada yang selalu menginspirasi hidupku, menebarkan kecerian dlm hari-hariku…dia sebuah pohon.
sebelumnya ada satu kata yang ingin selalu aku ucapkan sebelum dan setelah tidur “terima kasih”..
terimakasih pohon apel, yang semakin lama semakin merunduk seakan tak mau kalah dengan usiamu yang terus bertambah, dulu awalnya kamu terlihat gagah , yah itu dulu..sekarang??? sekarangpun dia masih segagah itu, “semangatnya” dan itu lebih penting.
semangat pohon apel !!.
dia yang tak pernah memperlihatkan kelelahan
dia yang tak pernah mengeluh
dia yang menginspirasi hidupku..
Hidup dalam kesederhanaan dengan selalu menciptakan kehangatan sudah pasti akan ada kebahagiaan. Bagaikan sebuah oase ditengah masaku. Masaku yang semakin menanjak pohon apel tetap memberikan keteduhan dengan daun-daunnya ia menyorai-nyoraikan agar aku tetap semangat dan yakin bahwa aku dapat menyelesaikan pendakian ini.
selalu ada canda dan tawa ditengah zaman yang rasanya sudah mulai menyered kami untuk segera dimusiumkan. Kenapa kami? Iya aku adalah sebuah buah dari pohon apel itu, jiwaku, pandanganku tercipta seperti yang pohon apel ajarkan..jika data-data kami diprint dalam lembaran-lembaran kertas maka pasti akan tampak perbedaanya dengan mereka.
Pohon apel mengajari
tentang arti hidup, hidup untuk disyukuri,
dipelajari dan dipahami.
tidak perlu harus menjadi buah yang terlihat menarik diantara buah yang lainya..tapi jadilah sebuah buah yang sangat bermanfaat bagi yng merasa dahaga, walaupun buah terahir yang tersisa.
tidak perlu harus menjadi buah yang terlihat menarik diantara buah yang lainya..tapi jadilah sebuah buah yang sangat bermanfaat bagi yng merasa dahaga, walaupun buah terahir yang tersisa.
pohon apel yang tak pernah kenal henti hadir mengiringiku..
jarak hanya kata, karena kami slalu bersama.
Minggu, 15 April 2012
Menajemen Stress dalam Menghadapi Ujian
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Barangkali
kita bisa sependapat bahwa dunia Sekolah merupakan kehidupan yang penuh daya
tarik dan tantangan, yang segala sesuatunya lebih terstruktur dan teratur. Sehingga
perjumpaan di kehidupan sekolah menjadi lebih marak, dan untuk sebagian siswa
sedikit membingungkan, Ada banyak sentuhan, singgungan, bahkan benturan
nilai-nilai yang perlu dihadapi, sementara ajakkan untuk berprestasi,
berinovasi dan berkiprah di banyak kegiatan amat menggoda. Sehingga pengisian waktu
menjadi amat krusial, selalu mungkin membawa pada keadaan yang mengandung
cekaman kepentingan, manakala kewalahan terjadilah kondisi cemas yang bisa menjadikan
kita stress.
Memahami kondisi kehidupan siswa
sebagaimana diuraikan di atas, maka tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa
pada hakikatnya ajakkan hidup siswa penuh dinamik, ragam tantangan, indah tetapi
juga mengandung cekaman, stress.
Olehkarena itu, manajemen stress sangat penting, agar siswa dapat mengatasi
berbagai cekaman yang dihadapinya. Siswa terikat pada sebuah peraturan dan
ketentuan yang telah ditetapkan. Seperti adanya keputusan pemerintah untuk
melaksanakan Ujian Nasional (UN) standar kelulusan bagi siswa. Adanya kebijakan
pemerintah untuk melaksanakan UN tersebut, menjadi beban bagi pihak-pihak
terkait khususnya siswa. Mereka akan mengalami kondisi Stress dalam menghadapi
UN tersebut, dikarenakan kecemasan yang berlebih. Sehingga diperlukan manajemen
stress yang baik sebelum UN berlangsung.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang dapat didefinisikan adalah
sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan stress?
2. Mengapa stress bisa terjadi?
3. Apa faktor-faktor yang menyebabkan stress?
4. Bagaimana solusi ketika mengalami stress?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan ini adalah:
1.
Untuk mengetahui pengertian stress.
2.
Untuk mengetahui bagaimana stress bisa terjadi.
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab stress.
4.
Untuk mengetahui bagaimana solusi ketika mengalami
stress.
BAB
II
PEMBAHASAN
Putri Ny.Diah Rina siswi kelas XII SMAN 47, Tanah Kusir,
Jakarta Selatan. Dia mengalami stress ketika akan menghadapi Ujian Nasional (UAN
untuk SMA tanggal 20-24 April 2009), belajarnya luar biasa rajin waktu itu,
tetapi lama-lama seperti ada tekanan
dalam dirinya. Perubahan dalam dirinya itu sejak duduk di bangku kelas
tiga SMA. Diakuinya, dia memang tidak tergolong anak terpintar di kelas.
Kecerdasannya
biasa-biasa saja, karena memang belajarnya tekun dan dia itu anak yang ceria.
Tapi, ketika mulai menghadapi UN, dia berubah.
untuk punya prestasi belajar itu perlu mengalami stress yang bukan karena
proses belajarnya, melainkan deg-degan karena takut tidak lulus.
UN benar-benar
mengubah pola hidupnya dan cara pandangnya
tentang belajar. Belajar adalah kegiatan mengerjakan soal-soal yang akan
dihadapinya di UN. Bukan seminggu, melainkan selama berbulan-bulan, sampai tiba
waktunya UN datang dan kian menambah beban stresnya.
Tujuan pendidikan
dengan adanya UN di akhir masa pendidikannya justru tidak memberikan apa-apa
kecuali nilai-nilai di atas kertas. waktu itu tidak ada passion
learning di dalam dirinya, melainkan stress learning. Dia
belajar dalam kondisi tertekan dan stres karena ingin lulus, bukan belajar
dengan penuh semangat dan keceriaan.
2.1 Pengertian Stress
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, ada 2 pengertian stress:
1. gangguan atau kekacauan mental dan
emosional
2. tekanan.
Secara
teknis psikologik, stress didefinisikan sebagai suatu respons penyesuaian
Seseorang
terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan
orang bersangkutan. Stress is an
adaptive response to a situation that is perceived as challenging or threatening to the person’s
well-being.
Jadi
stress merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap stressor hal
yang dipandang sebagai menyebabkan
cekaman, gangguan keseimbangan (homeostasis),
baik internal maupun eksternal.
Dalam pengertian ini, bisa kita perjelas
bahwa stress bersifat subjektif sesuai persepsi orang yang
memandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum
tentu dipersepsi mencekam bagi orang lain.
2.2
Faktor – faktor Penyebab Stress
Di sisi lain, stressor adalah sumber
yang dipersepsi seseorang atau sekelompok orang memberi tekanan/cekaman
terhadap keseimbangan diri mereka. Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu :
1.
Lingkungan
Lingkungan kehidupan
memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri seperti antara lain:
- cuaca, kebisingan, kepadatan,
- tekanan waktu, standard prestasi,
berbagai ancaman terhadap rasa aman dan harga diri
- tuntutan hubungan antar pribadi,
penyesuaian diri dengan teman, pasangan,dengan perubahan keluarga.
2. Fisiologis
Dari tubuh kita antara lain :
- perubahan kondisi tubuh: masa remaja;
haid, hamil, meno/andropause, proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang
tidur, tekanan terhadap tubuh.
- reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman
& perubahan lingkungan mengakibatkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan
stress.
3.
Pikiran
kita
Pikiran
menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentukan kapan
menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi makna/label pada pengalaman dan
antisipasi ke depan, bisa membuat kita relax atau stress.
Menurut Selye (1984), stress bisa
dibedakan atas dasar sifat stressornya, apakah peristiwa negative, disebut distress;
tetapi bisa juga stress diakibatkan peristiwa positif, misalnya tiba-tiba
mendengar mendapat undian, atau hadiah besar yang tak terduga, dalam hal ini
stressnya disebut eustress.
Lebih lanjut, sumber stressor tersebut
bisa dibedakan dalam 3 bagian berdasarkan peluang penanganannya, yakni :
Pertama, Stressor
yang penanganannyaanya membutuhkan
sedikit upaya seperti misalnya kebiasaan belajar; waktu bangun pagi, diet,
dimana upaya menanganinya dengan cara memgubah kebiasaan, membiasakan kebiasaan
baru, maka dalam waktu satu-dua minggu dapat berubah.
Kedua, Stressor
yang untuk menanganinya membutuhkan upaya yang lebih sungguh-sungguh, seperti
contohnya soal kepercayaan diri, persoalan hubungan, dimana diperlukan bantuan
teknikal untuk menanganinya, seperti percakapan kalbu, skill komunikasi,
manajemen konflik.
Ketiga,
stressor yang memang tidak dapat
ditangani sepeti kematian orang yang dikasihi. Maka penanganannya, perlu
belajar berdamai dengan diri menerima kenyataan tersebut, lalu diatasi dengan
relaksasi, dan upaya spiritual.
Melihat kemungkinan sumber stressor di
atas , maka setiap orang potensial untuk mengalami stress. Namun demikian, ada
kelompok orang yang lebih mudah terkena stress, ada juga kelompok lain yang
lebih memiliki ketahanan terhadap stress.
Lebih jauh bisa kita simpulkan bahwa
setiap orang bisa mengalami stress, sesekali stress dalam kehidupan merupakan
‘bumbu’ hidup dinamis, akan tetapi apabila terjadi stress yang sering dengan
fluktuasi yang besar, maka sudah perlu mendapat perhatian khusus, artinya sudah
perlu lebih serius menanganinya.
2.3 Gejala Stress
Ada sejumlah gejala yang bisa diditeksi secara
mudah yaitu :
1. Gejala
Fisiologis
Denyut jantung bertambah
cepat, banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasan terganggu,
otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur, gangguan lambung.
2.
Gejala Psikologis
Resah, sering merasa
bingung, sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, tidak enak perasaan,
atau perasaan kewalahan ( exhausted) dsb
3.
Tingkah
Laku
Berbicara cepat sekali,
menggigit kuku, menggoyang-goyangkan kaki, ticks, gemetaran, berubah nafsu
makan ( bertambah atau berkurang).
2.4 Dampak Akibat Stress
Dampak
stress dibedakan dalam 3 kategori, dampak Fisiologik, dampak psikologik
dan dampak perilaku behavioral
1. Dampak Fisiologis
Secara
umum orang yang mengalami stress mengalami sejumlah gangguan fisik seperti :
mudah masuk angin, mudah pening-pening, kejang otot (kram), mengalami kegemukan
atau menjadi kurus yang tidak dapat dijelaskan, juga bisa menderita penyakit
yang lebih serius seperti cardiovasculer, hypertensi, dst.
Secara
rinci dapat diklasifikasi sebagai berikut :
a.
Gangguan pada organ tubuh,
-
muscle
myopathy; otot tertentu mengencang/melemah
-
tekanan
darah naik; kerusakan jantung dan arteri
-
sistem
pencernaan; mag, diarrhea
b. Gangguan pada
sistem reproduksi
-
amenorrhea;
tertahannya menstruasi
-
kegagalan
ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang produksi semen pada pria
-
kehilangan
gairah sex
c. Gangguan pada
sistem pernafasan
-
asthma,
bronchitis
d. Gangguan
lainnya, seperti pening (migrane), tegang
otot, rasa bosan, dst
2. Dampak Psikologis
•
Keletihan
emosi, jenuh, penghayatan ini merupakan tanda pertama dan punya peran sentral
bagi terjadinya burn – out.
•
Terjadi
depersonalisasi ; Dalam keadaan
stress berkepanjangan, seiring dengan kelelahan/keletihan emosi, kita dapat
melihat ada kecenderungan yang bersangkutan memperlakuan orang lain sebagai
sesuatu ketimbang sesorang.
•
Pencapaian
pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat pula menurunnya rasa
kompeten & rasa sukses.
3. Dampak Perilaku
•
Manakala
stress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering terjadi tingkah
laku yang tidak berterima oleh masyarakat.
•
Level
stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan mengingat informasi,
mengambil keputusan, mengambil langkah tepat.
•
Mahasiswa
yang ‘over-stressed’ ~ stress berat seringkali banyak membolos atau
tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.
2.5 Cara Menangani Stress
1. Strategi Pencegahan
Untuk mencegah mengalami stress,
setidaknya ada 3 lapis.
a. Lapis pertama - primary prevention, dengan
cara merubah cara kita melakukan sesuatu. Untuk keperluan ini kita perlu
memiliki skills yang relevan, misalnya: skill mengatur waktu,
skill menyalurkan, skill mendelegasikan, skill mengorganisasikan, menata, dst.
b. Lapis kedua - Secondary prevention, strateginya
kita menyiapkan diri menghadapi stressor,
dengan cara exercise, diet, rekreasi, istirahat , meditasi, dst.
c. Lapis ketiga - Tertiary prevention, strateginya kita
menangani dampak stress yang terlanjur
ada, kalau diperlukan meminta bantuan jaringan supportive ( social-network) ataupun
bantuan profesional.
2.
Menangani Stress
a. S , Study skills
Ada
banyak hal yang perlu dipelajari, yang ingin diketahui, ada banyak kegiatan
yang ingin diikuti, waktu terbatas. Oleh karena itu, agar tidak menjadi stress,
seyogyanya mahasiswa perlu memiliki berbagai skill belajar yang sesuai sehingga
saya bisa belajar secara efektif tetapi juga effisien dalam menggunakan daya
dan waktu serta sumber lainnya.
b. T, Tempo – Time management
Selain
skill belajar, skill penting yang juga perlu Anda kuasai untuk menangani stress
adalah manajemen waktu, untuk keperluan tersebut siswa perlu memiliki paradigma
waktu yang tepat.
c. Rehat - Rest (istirahat)
Tubuh kita by default memerlukan
jedah, istirahat. Kita perlu belajar bagaimana speeding up, tetapi juga
arif dan terampil untuk slowing down. Bila kita tidak memiliki
keterampilan istirahat, leisure, santai ( bukan leha-leha) maka besar
kemungkinan kita mengalami stress.
d.
Eating
& Exercise – Makan dan Olahraga Kebugaran
Tubuh
kita membutuhkan asupan yang seimbang, tetapi juga‘exercise’ yang memadai,agar
bisa bugar. Bandingkan apabila kita mempergunakan suatu peralatan baru biasanya
kita terlebih dalulu membaca buku manual yang disertakan oleh pabrik pencipta
peralatan tersebut, Oleh karena itu sebetulnya perlu kita cermati asupan apa
yang baik untuk tubuh ini, menurut manual dari Penciptanya.
e. Self-talk - Percakapan kalbu
Sejak
kecil kita punya ‘perlengkapan’ berpkir yaitu percakapan kalbu, dimana kita
biasa mendengar apa yang kaya hati atau hati nurani katakana kepada kita. Isi
percakapan itu bias positif, membuat kita optimist, tetapi seringkali juga
negative, membuat kita tertekan-stress. Kita masih perlu lebih mengembangkan
arah percakapan dari kita kepada hati
nurani ataupun kata hati kita,
sehingga terjadi percakapan timbal-balik antarakita dengan diri kita. Dalam
hal menangani stress, kita perlu bisa
secara sadar meng-ganti isi percakapan yang tidak mendukung dengan kalimatyang
bisa mendukung kita. Langkah ini biasa disebut percakapan kalbu: stop-ganti yang
bisa kita latihkan di diri kita.
f. Social support - jaringan pendukung
Manusia
adalah makhluk sosial,
jadi pada hakikatnya tidak tahan sendirian, butuh perasaan tidak sendiri,
tetapi punya sejumlah orang yang saling peduli, yang akan merasa kehilangan
manakala lama tidak saling bertemu atau berkomunikasi. Dalam keadaan stress
sebaiknya kita berusaha bertemu dengan teman, sehingga paling tidak kita tetap
punyapenghayatan tidak sendirian yang
sungguh mencekam. Itulah sebabnyadianjurkan kepada mahasiswa untuk
membangun dan merawat jaringan supporifnya
sehingga bisa saling mendukung di saat diperlukan.
2.6 Menangani
Cemas
Hadapi
Ujian
Cemas menghadapi ujian atau test adalah
salah satu bentuk stress yang lumrah dihadapi oleh hampir semua orang,
bagaimana kita sebaiknya menangani stress tersebut. Cemas hadapi ujian adalah
respons kita atas situasi ujian, respons yang kita peroleh dan ulangi sejak
kecil, yang seperti juga semua hasil perolehan belajar lainnya, respon tersebut
bisa diubah.
Kecemasan dalam kadar sedikit, tidak apa-apa,
malah bagus sebab bisa memotivasi kita untuk belajar lebih giat mempersiapkan
diri menghadapi ujian. Namun demikan, apabila kecemasan tersebut sudah
berlebihan, bisa menjadi distress, justru akan membuat prestasi kita
terganggu sebab kita tidak bisa berpikir dengan jernih. Lebih parah, apabila
kecemasan ini kita pergunakan sebagai alasan ‘excuse’, maka hal itu akan
merusak kepribadian kita.
Cara mengatasi kecemasan ujian:
1.
Biasakan diri dengan situasi ujian, dengan cara
antara lain :
a. Kenali ruang dimana kita akan ujian
b. Belajar memadai, dan banyak berlatih
sesuai tipe ujian ( open-end, multiple choice ataukan essay ) yang akan dihadapi
c. Berlatih berprestasi dalam waktu
terbatas, seperti di ujian.
2.
Kendalikan emosi, pikiran dan tindakan
a.
Hindari kecenderungan meragukan diri ataupun
percakapan kalbu negative.
Apabila
kita memang ragu kurang menguasai bahan, tidak adacara lain cobalah belajar,
kuasai secara memadai. Selanjutnya apabila ada percakapan pikiran
negative, lakukan teknik ‘sop-ganti’ berikut
·
Metode ‘STOP Pikiran’
Kita
merasakan kecemasan karena kita dihantui oleh pikiran negative tentang
kesulitan/hambatan /ketidak mampuan atau ketidak berdayaan kita dalam ujian
nanti. Bahkan bisa saja kita dibayangi pikiran negative lainnya seperti, “ Wah saya pernah berbeda
pendapat dengan dosen itu, jangan-jangan dia masih sentimen….,dst”. Pikiran
negative ini akan memberi rangsangan kepada amygdala yang akan memicu
endokrin menimbulkan enzyme cortizol yang mengakibatkan rasa resah pada diri
kita. Selanjutnya rasa cemas ini akan meneguhkan bahkan menambah asosiasii
pikiran negative yang kembali dan dirasakan lebih resah dan cemas lagi. Jadi
strateginya adalah menghentikan pikiran negative tersebut.
·
Mengatur arus berbagai pikiran dan refocus
Kadang-kadang
ada banyak arus pikiran bergerak dalam mental/mind kita, simpang siur, saling
menyerobot. Oleh karenanya perlu diatur, perlu ditertibkan, dan difokuskan pada
satu pokok pikiran setiap saatnya. Perludicatat tidak selamanya kita perlu
mengikuti satu alur pikir ( linier ), kadang-kadang
diperlukan kita menyebrang alur (lateral) . Hal itu boleh boleh saja,
bahkan seringkali diperlukan untuk kerja kreatif. Akan tetapi tetap perlu
diupayakan tertib, focus pada satu gagasan, dalam hal ini hanya idea yang
relevan berkaitan dengan ujian. Gagasan lainnya, ditunda dan diberi jadwal
lain, tetapi perlu ditanggapi supaya tidak menganggu. Bila kita dapat mengatur
pikiran dengan lebih tertib, maka muncul-mya gagasan yang relevan akan menolong
kita lebih percaya diri, dan dengan demikian, merangsang muncul pikiran
iringannya.
b. Ramah dan beri diri kita dukungan moril
c. Berpikirlah realistic, ujian hanya
merupakan salah satu cara evaluasi, bukan segala-galanya
d. Berdamai dengan diri siap hadapi yang terburuk
~ tidak lulus ujian, bukanlah akhir segalanya, bukan kiamat.
3.
Persiapkan Fisik
a. Asupan nutrisi yang sesuai untuk situasi
ujian ( tidak terlalu kenyang, bergizi dan seimbang )
b. Cukup istirahat, relaks
c. Sebaiknya tetap lakukan exercise
seperlunya.
4.
Pelajari skill relaksasi yang amat menolong segera
a. Tarik nafas dalam secara teratur
Metode
ini merupakan teknik yang paling sederhana, yang bias menolong kita
menenangkan respons fisiologik/faal
yang ditimbulkan oleh perasaan kita.
b.
Teknik
Relaksasi lainnya seperti ‘progressive relaxation’
c. Bermeditasi, berdoa dan upaya spiritual
lainnya
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
MenurutKamusBesarBahasaIndonesia, ada 2
pengertian stress:
1. Gangguanataukekacauan mental
danemosional
2. Tekanan.
Secara teknik psikologis, stress didefinisikan sebagai suatu respons penyesuaian seseorang terhadap situasi yang
dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang bersangkutan.
Ada 3 sumber utama penyebab stress, yaitu :
1.
Lingkungan; lingkungan kehidupan member berbagai tuntutan penyesuaian diri, antara lain:
- Cuaca, kebisingan, kepadatan,
- Tekanan waktu, standard
prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa aman dan harga diri
- Tuntutan hubungan antarpribadi, penyesuaian diri dengan teman, pasangan, dengan perubahan keluarga
2.
Fisiologis; dari tubuh kita
- Perubahan kondisi tubuh masa remaja; haid, hamil,
meno/andropause, proses menua,
kecelakaan, kurang gizi,
kurangtidur, tekanan terhadap tubuh
- Reaksi tubuh :reaksi terhadap ancaman & perubahan lingkungan mengakibatkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan
stress.
3.
Pikiran kita;
pemaknaandiridanlingkungan
Pikiran menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentukan kapan menekan tombol panik. Bagaimana kita member makna/label pada pengalaman dan antisipasi kedepan, bias membuat kita relaks atau stress.
3.2 Saran
Harus ada persiapan mental dan perhatian khusus dari sekolah dan keluarga terutama dari orang
tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak didiknya sebelum UN berlangsung. Dengan adanya persiapan mental itu merupakan persoalan mendasar yang harus dimiliki melalui motivasi dan keyakinan diri seorang anak bahwa ia mampu melaksanakannya.
DAFTAR
PUSTAKA
www.kompas.com/read/xml/2010/.../ny.rina.un.dan.stres.anaknya. Download tanggal 22/11/2011
www.unhas.ac.id/.../manajemen%20diri/Modul%20MD08-. Download tanggal 22/11/2011
Langganan:
Postingan (Atom)

