Diawali dari sebuah titik, lalu ku tuju satu titik lagi, dan tak pernah ku palingkan pandangan pada satu titik itu. Aku hadapi dengan senyuman titik-titik berwarna yang terus kubuat dalam perjalanan menuju titik itu, kubiarkan ia menjadi pewarna, atau pengantarku menuju titik itu. karena dari titik awal hingga titik yang kutuju kan ku coba ku tarik garis lurus antarnya.
Selasa, 17 Desember 2013
Jumat, 13 Desember 2013
Surat Untukmu Nak, “Engkau Adalah Harapan
Oleh Hanif Sang Pemberontak Suci
Untuk calon anakku yang belum tahu dari rahim wanita mana engkau akan lahir dan melihat dunia, nak kutulis surat ini kepadamu agar engkau tahu bahwa aku juga seperti calon ibumu yang mungkin juga merindukan kehadiranmu, insya Allah.
Nak, besar harapan ayahmu ini kepadamu, agar kelak bila engkau hadir di dunia mampu mengetarkan istana kesyirikan dan tiran yang telah menindas Umat Islam, di manapun mereka berada. Melawan mereka dengan teman atau sendirian, walau engkau harus menebus itu semua dengan kematian.
Nak, walau nantinya ayahmu ini tidak mampu memberikan kasih-sayang seperti ibumu berikan, tapi yakinlah semua yang ayah lakukan adalah agar engkau mendapatkan yang terbaik, agar engkau menjadi manusia seutuhnya.
Nak bila engkau telah hadir di dunia, ayah ingin mengatakan kepadamu seperti Luqman Hakim menasehati anaknya yang di abadikan oleh Allah SWT dalam kalamNya yang suci. Ku tulis lagi nak kata-kata Luqman kepada anaknya agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya, agar engkau meneladani mereka yang namanya telah melambung tinggi ke langit dan mengharumkan diri dengan keteladanan.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah). Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar’.”
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’.
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Nak, mungkin kata-kata di atas yang dapat ayahmu berikan kepadamu, karena ayahmu ini tidak punya dunia dan tahta untuk diwariskan kepadamu kelak, namun ayah yakin bila engkau meneladani perkataan Luqman Hakim kepada anaknya, semua bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kakimu dan dunia dalam gengaman tanganmu, tapi ayah berharap bukan itu tujuan hidupmu, ada tujuan yang lebih mulia daripada kenikmatan dunia yaitu kampung surga yang kekal abadi dan bertetangga bersama Rasulmu kelak di sana.
Itu saja nak harapan ayah kepadamu, mungkin terlalu berlebihan dan berat bagimu, tapi ayah yakin setiap manusia pasti berproses dalam menuju kesempurnaan walau harus mengorbankan semua yang dimiliki dan dicintai, dan ayah yakin engkau bisa melaluinya bila ikhlas hanya mengharap wajahNya yang mulia.
Mungkin untuk hal-hal yang lain ibumu lebih tahu daripada ayahmu ini, karena bagaimanapun jua, ayah tidak bisa setiap waktu ada di sampingmu dan menemani dalam melewati hari-harimu di dunia, ada yang membuat ayah akan selalu di luar rumah hingga intensitas pertemuan kita mungkin tak sebesar engkau bersama ibumu.
Satu lagi nak, bila suatu saat ada sesuatu terjadi pada ayah, engkau harus tabah, jaga ibumu dengan baik, taati dia dan jangan buat dia bersedih. Dan bila ayah tidak kembali ke rumah untuk selamanya itu bukan karena ayah tidak hirau dengan ibumu dan engkau tapi ini adalah panggilan yang ayah sudah berjanji bila masa itu telah tiba tidak akan menunda walau sedetikpun dalam menyambutnya.
Semoga pertemuan kita dipercepat oleh Allah SWT, agar Rasulullah SAW membanggakan ayah kelak karena punya banyak keturunan yang patuh dengan sunnahnya tanpa ada pertanyaan dan bantahan.
Dan surat yang amat sangat sederhana ini ayah tulis untukmu agar kelak bila engkau membacanya agar tahu betapa ayah sangat mencintaimu dan banyak berharap kepadamu.
Dari ayahmu yang sangat ingin melihat engkau kelak menjadi pejuang yang tegar di jalan tauhid dan jihad.
Hanif Abdullah
Redaktur Majalah Online
ansharullah.com
Untuk calon anakku yang belum tahu dari rahim wanita mana engkau akan lahir dan melihat dunia, nak kutulis surat ini kepadamu agar engkau tahu bahwa aku juga seperti calon ibumu yang mungkin juga merindukan kehadiranmu, insya Allah.
Nak, besar harapan ayahmu ini kepadamu, agar kelak bila engkau hadir di dunia mampu mengetarkan istana kesyirikan dan tiran yang telah menindas Umat Islam, di manapun mereka berada. Melawan mereka dengan teman atau sendirian, walau engkau harus menebus itu semua dengan kematian.
Nak, walau nantinya ayahmu ini tidak mampu memberikan kasih-sayang seperti ibumu berikan, tapi yakinlah semua yang ayah lakukan adalah agar engkau mendapatkan yang terbaik, agar engkau menjadi manusia seutuhnya.
Nak bila engkau telah hadir di dunia, ayah ingin mengatakan kepadamu seperti Luqman Hakim menasehati anaknya yang di abadikan oleh Allah SWT dalam kalamNya yang suci. Ku tulis lagi nak kata-kata Luqman kepada anaknya agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya, agar engkau meneladani mereka yang namanya telah melambung tinggi ke langit dan mengharumkan diri dengan keteladanan.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah). Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar’.”
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’.
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Nak, mungkin kata-kata di atas yang dapat ayahmu berikan kepadamu, karena ayahmu ini tidak punya dunia dan tahta untuk diwariskan kepadamu kelak, namun ayah yakin bila engkau meneladani perkataan Luqman Hakim kepada anaknya, semua bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kakimu dan dunia dalam gengaman tanganmu, tapi ayah berharap bukan itu tujuan hidupmu, ada tujuan yang lebih mulia daripada kenikmatan dunia yaitu kampung surga yang kekal abadi dan bertetangga bersama Rasulmu kelak di sana.
Itu saja nak harapan ayah kepadamu, mungkin terlalu berlebihan dan berat bagimu, tapi ayah yakin setiap manusia pasti berproses dalam menuju kesempurnaan walau harus mengorbankan semua yang dimiliki dan dicintai, dan ayah yakin engkau bisa melaluinya bila ikhlas hanya mengharap wajahNya yang mulia.
Mungkin untuk hal-hal yang lain ibumu lebih tahu daripada ayahmu ini, karena bagaimanapun jua, ayah tidak bisa setiap waktu ada di sampingmu dan menemani dalam melewati hari-harimu di dunia, ada yang membuat ayah akan selalu di luar rumah hingga intensitas pertemuan kita mungkin tak sebesar engkau bersama ibumu.
Satu lagi nak, bila suatu saat ada sesuatu terjadi pada ayah, engkau harus tabah, jaga ibumu dengan baik, taati dia dan jangan buat dia bersedih. Dan bila ayah tidak kembali ke rumah untuk selamanya itu bukan karena ayah tidak hirau dengan ibumu dan engkau tapi ini adalah panggilan yang ayah sudah berjanji bila masa itu telah tiba tidak akan menunda walau sedetikpun dalam menyambutnya.
Semoga pertemuan kita dipercepat oleh Allah SWT, agar Rasulullah SAW membanggakan ayah kelak karena punya banyak keturunan yang patuh dengan sunnahnya tanpa ada pertanyaan dan bantahan.
Dan surat yang amat sangat sederhana ini ayah tulis untukmu agar kelak bila engkau membacanya agar tahu betapa ayah sangat mencintaimu dan banyak berharap kepadamu.
Dari ayahmu yang sangat ingin melihat engkau kelak menjadi pejuang yang tegar di jalan tauhid dan jihad.
Hanif Abdullah
Redaktur Majalah Online
ansharullah.com
Selasa, 03 Desember 2013
Yang bermetamorfosis…
Lama gadis kecil memperhatikan sesuatu, entah apa yang ia perhatikan, bibirnya
melebar memperlihatkan sedikit giginya bersamaan dengan bahunya yang mengangkat
dan kepalanya yang bergetar. “ihhh..” ucapnya.
Seorang wanita cantik menghampirinya, wanita itu nampak anggun dan
lembut ditambah dengan balutan jilbab dan kerudung yang menjuntai sepinggang
menutupi lekuk tubuhnya. Ia kemudian tersenyum melihat apa yang dilihat gadis
kecilnya itu.
seekor ulat sedang merayap diatas rumput hijau, lalu ia rengkuh tubuh anaknya
yang mungil itu yang masih nampak merasa
jijik sambil berucap “sayang, ada banyak pelajaran dari binatang
yang menjijikan itu”. Jelas anaknya tidak mengerti apa yang ibunya
katakan.
Tapi kita semua tentu paham apa yang dimaksudkan wanita itu…
telur_ulat_kepompong_kupu-kupu
Ada yang menarik…
Ada yang menggugah..
Yang bisa membuat orang
berdecak kagum dan berucap subhanallah.
Ulat yang menjijikan
berubah menjadi sekor kupu-kupu yang terbang nan indah dipandang apalagi ketika
mengitari bunga-bunga. Sekali lagi subhanallah….
Semuanya ada proses sayang, jika kita sekarang kurang baik dipandang orang,
berproseslah. Tidakkah engkau ingin seperti itu, matapun sejuk jika
memandangnya sebelum mulut berucap.
Disini ada pelajaran, lewat seekor ulat digambarkan..
Butuh
waktu, butuh kesabaran,
Kupu-kupu tidak berharap ada yang
membantunya ketika ia ingin melepaskan diri dari kantung kepompongnya, karena
akan lebih baik ia dapat melewatinya sendiri, ia pasti memiliki motivasi. Kenapa?
Karena setelah itu ia akan terbang bebas menambah indahnya pemandangan dunia,
menghinggapi bunga-bunga yang harum baunya. Bukan untuk lumpuh tak dapat terbang karena ia dimudahkan dalam
perjuanganya. Karena jika memudahkannya, bisa saja tanpa sadar niat kita
membantu kupu-kupu itu untuk segera keluar dari kantong kepompongnya membuatnya tak dapat terbang.
Proses
itu harus dilewati. Begitupun dengan hidup, yu kita tarik napas dalam
sejenak, ups…jangan lupa keluarin perlahan dari mulut. Perjuangan dalam berproses itu memang dibutuhkan. Jika banyak rintangan bin halangan terus
menghadang, hadapilah.
“Tapi saya gak kuat lagi, rintangannya seperti beban yang begitu berat dikepala,
lalu pindah kepundak dan jatuh dihadapan saya, menutupi jalan saya untuk
melangkah , tak ada celah lagi…”
Dorong !!!
kalau perlu ingatlah siapa yang membuat kita bersemangat, memperhatikan kita
berproses.
Ada???
Udah ada semangat??? Minta semangat itu mendorong kita dari belakang. Hancurkan
rintangan itu.
Sulit?? Bersabarlah.
Sabar itu ada batasnya.
Jika ada batasnya saya pernah mendengar itu bukan sabar berarti. Wawllahualam…
SEMANGAT !!!
Ada janjinya ko. Satu diantaranya “setelah kesulitan itu ada kemudahan…”
Yang diulang hingga dua
kali.
Rabu, 15 Mei 2013
Terima kasih telah ajariku
Ada simpul senyum diujung
bibir ini ketika ku sebut nama-Nya saat mulai bersua kata dengan mereka, indah
hidup ini, indah sungguh indah……
Mereka yang teristimewa bagiku, lebih dari sekedar kantong doraemon. Karena
jelas bukan hal-hal yang mempermudah yang aku butuhkan ternyata, tetapi segala
kesulitan yang bisa buatku menyadari hal ini.. “this is life, life is
beautiful”….. Airmata tak selamanya mewakili kesedihan, tapi airmata bisa jadi
saksi keindahan kata ketika aku tidak sadar mengungkapkan rasa yang telah jauh
mereka buktikan untukku yang tidak hanya dengan membalutku dengan kain yang
menghangatkan itu.
Tapi ada masa yang begitu panjang, sepanjang waktuku hingga detik ini…
mereka yang bukan hanya mengajariku mulai dari kata A hingga aku sekarang bisa
berkata-kata hingga Z bahkan berulang-ulang, tapi mereka juga yang ajariku
berbagai hal. Hingga akupun tertunda untuk hanya sekedar mengungkapkan rasa
ini. Awalnya aku sangat merasa malu ketika mengungkapkan tiga kata itu pada mereka.
Entahlah, kenapa seperti itu?? ..ya sudahlah itulah aku, aku dengan
kekuranganku…
“life is beautiful, beautiful because of
love” …^_^ sekali lagi aku telah
diajari mereka arti dari kata ini, pembuktian dari kata ini, satu kata yang
buatku ada disini. Disini bersama mereka, mereka yang memeluku, memapahku dan
menuntunku. Padahal jika ingat dengan lamanya waktu yang kulalui, untuk apa aku
masih dituntun. Inilah mereka yang begitu amanah dengan titipan-Nya. Aku pikir
mungkin mereka ingin aku memahami dulu, sehingga mereka tak henti mengajari dan
mengenalkan kepadaku.. this is life and there is love in this life.. jujur
sederet definisi yang ada tentang satu kata ini, tidak dapat ku ingat. Yah
tergantung pada mereka yang mengartikan pengalamannya.. akupun begitu dalam
mengartikannya. Seperti apa?
Ya cinta itu seperti DIA yang
menitipkanku pada mereka dan mereka menuntunku,
dengan tidak mengenal jarak dan terhenti oleh batas waktu.. (dahulu,
sekarang dan selamanya).
DIA yang selalu ada
untukku disetiap saat,Mereka yang selalu
berbagi waktu denganku, walau kiloan meter kami terpisah,
tapi aku merasa selalu dekat, sungguh dekat… padahal terlebih sering aku
menjauh daripada mendekat, tapi kenyataannya mereka tak pernah berpindah posisi
: selalu ada, memperhatikan dan mendengar. Selalu memberi dan tak pernah mengharap balas,
ah sungguh bodoh aku jika aku mengesampingkan DIA dan mereka diatas segala
rutinitas yang ada. Terlalu ponggahnya aku jika tidak meluangkan waktu beberapa
menit saja dari setiap waktu yang aku biarkan berlalu dengan rutinitas yang
hanya duduk dan duduk saja. Selalu berkeluh kesah seakan masalah besar hanya
aku yang mengalami, kesana kemari-kesana kemari… lupa kalau ada DIA dan mereka
yang selalu ada untukku, sekali lagi aku lupa.
Hingga satu waktu entah apa yang melintas dalam pikiranku, yang menabrak semua
hal yang mempersempit ruangnya. Mungkin ia sudah terlalu muak denganku yang
membiarkan terus hal yang tak berguna mengisi ruang pikirku ini. Apakah ia
benci denganku yang hampir tidak percaya lagi akan adanya satu kata itu didunia
ini, karena semua yang ada dalam jarak pandangku merusak semua hal indah yang
selalu aku bayangkan.
ya sudahlah karena mungkin itu cinta antar manusia, “tapi tidak semua sayang…..
bukankah mereka juga manusia begitupun kamu, begitu tulus mereka mencintai
kamu, kenapa bisa? Karena cinta mereka lillahi ta’ala, hanya karena-Nya.
Biarkan yang disekitarmu berteori dan melakukan pembuktiannya masing-masing,
tapi ingat untuk kamu seperti mereka saja.. yaa seperti mereka menjaga cinta
yang sudah diberikan diantara mereka, apakah kamu tidak berbalik rasa terhadap
mereka yang selalu ada untukmu?? Sungguh sedang kemana hati dan pikiranmu?
Sudahlah atur kembali sudut pandanganmu, kembali dan rasakan kasih sayang
mereka yang jelas adanya.” ……..
terimakasih telah ajariku tentang hal ini, inilah kekuranganku selalu
memerlukan waktu yang lama untuk menangkap semua pelajaran yang kalian ajarkan,
dan aku memang harus menjaga saran yang mereka katakan untuk selalu membawa
nama-Nya dalam setiap langkah ketika menjauh dari mereka..dan kembali dengan
membawa-Nya lagi.. “sebutlah nama-Nya ketika dalam masa sulit, yakinlah
kesulitan itu adalah bentuk kasih sayang-Nya untukmu. Karena kami selalu
menitipkanmu pada-Nya supaya mencubitmu jika kamu sudah salah arah.”Ya inilah lingkaran cinta yang aku rasakan, mereka ada
karena-Nya…Tapi bolehkah aku
berpendapat dengan pertanyaanku sekarang-sekarang ini?
Begini, kenapa jika aku sudah mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dan
tulus dari-Nya melalui mereka..kenapa aku merasa ada yang kurang 1 ?Mungkin ya karena kita
manusia yang selalu membutuhkan orang lain, tidak bisa hanya sendiri. Sendiri
mengartikan hidup ini. Kita sebagai manusia memiliki batas waktu untuk ada
didunia ini, begitupun dengan mereka orang tuaku, ada masa dimana mereka harus
kembali kepada-Nya. Sehingga aku dibiarkan gelisah dari sekarang, terpikir
untuk cerita selanjutnya.
Tapi aku tak akan gusar
akan seperti apa nanti karena aku akan melakukan apa yang mereka ajarkan,
semuanya harus karena-Nya dan selalu bersama dengan nama-Nya..
This is life, there is love in life and love it there because
of God's love for usx
Senin, 13 Mei 2013
Sikecil yang berarti
“Nak, dulu bapak
seorang yang selalu beraktivitas ditengah terik matahari. Yaa.. bapak bekerja
tanpa dasi apalagi ada tanda pangkat dalam diri baik dipapan nama maupun gelar
dibelakang nama. Pada pagi hari bapak siapkan air dan sedikit nasi, dengan
semangat bapak langkahkan kaki karena malam harinya hujan turun lagi. Pasti
perairan sudah mengalir dan tanahnya sudah gembur untuk bertempur dengan si
besi tipis atau kaki bapak ini. Nak, kaki bapak ini entah sudah berapa ribu
langkah mengitari tanah becek itu. Belum lagi rasa gatal yang sudah tidak
dirasa lagi, bagaimana tidak? Binatang peliharaan kampung sebelah ikut juga
main becek-becekan bersama bapak, tapi dia juga yang turut membantu meringankan
kerjaan bapak waktu itu. Dipertengahan hari setelah menghabiskan bekal, bapak
teringat akan bibit yang telah bapak semaikan kurang lebih dua minggu yang
lalu. Perasaan bapak sangat bahagia melihat bibit itu sudah tampak hampir
menghijau semua, semakin meninggi dan semakin meninggi. Esok harinya tanah
gembur kemarin telah menjadi lumpur yang lembut. Terimakasih ya Allah karena si
hitam, karena air hujan, karena-Mu pekerjaanku selesai pada tahap
itu..AlhamdulillahTak lupa bapak ucapkan itu nak.
Disore hari bapak bersihkan lahan itu dari sisa rumput-rumput yang terlewat
kemarin. Lalu bapak ambil penggaris untuk membuat kolom dan garis kecil-kecil.
Ah seandainya lahannya sebesar halaman buku tentu penggarisnya pun cukup hanya
30 cm panjangnya. Tapi penggaris yang bapak gunakan waktu itu tentu lebih
besar.
Nak, bapak bercerita bukan tentang bapak, bukan karena bapak mengeluh atau merasa
kecewa.
Tapi, tentang arti dalam proses si keci ini (bibit-padi-beras-nasi)
jika bibit yang baru ditanam, bapak yakin orangtuamu akan selalu menjagamu dan
memperhatikanmu, memberikan kasih sayang yang penuh untukmu.
(terhenti sejenak)…………..
“Nak, ini sepenggal cerita bapak untukmu.Buang rasa lelahmu nak, itu hanya sementara. Semangat
Anakku”
Dan ada keindahan
ketika bapak memindahkan bibit yang sudah siap untuk dipindahkan pada setiap
sudut kotak-kotak diladang bapak itu, tertata rapih dan teratur. Ada harapan
besar bapak pada bibit itu,
harapannya……………..sambil menunggu mereka
(bibit-bibit itu) tumbuh tinggi, bapak
tak pernah absen untuk memberikan pupuk sesuai waktu dan jenisnya. Semakin
meninggi dan semakin meninggi, masih saja ada rumput-rumput dan serangga yang
menempel disekitarnya bahkan padanya. Bapak takut rumput itu mengganggu
pertumbuhannya. Bapak takut mereka akan tampak berbeda dengan yang lainnya,
akan tetapi selain itu ada yang lebih bapak takutkan selain dari rumput-rumput
itu yang bisa bapak singkirkan dengan tangan bapak ini. Ketakutan akan harapan
bapak yang bertolak belakang, ketika mereka padi-padi bapak mulai berbuah,
bapak takut dengan buah-buah mereka semakin banyak dan sedikit menguning, justru padi-padi bapak itu
tidak merunduk, mereka malah terus mengikuti pertumbuhan batang yaitu berdiri
keatas.Entah apa yang
harus bapak lakukan pada tahap ini, jika seperti ini?bapak telah
melakukan penyemaian, pengarapan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan dengan
harapan dapat memanen dengan hasil yang baik, bukan hanya untuk bapak nak.jika sudah
dipanen semoga padi-padi itu bisa sampai pada tahap menjadi beras hingga
menjadi nasi, dan sampai pada perut-perut manusia, yang tidak berahir di tempat
sampah karena hal ini pun kemungkinan bisa terjadi. Benar tidak nak?
bukan
tentang kaki bapak yang gatal,
rumput-rumput atau serangga yang menjengkelkan, padi bapak yang takut tidak
merunduk, ataupun nasi yang berahir di tempat sampah.
Jika kamu si
kecil itu nak, sudah pada tahap mana engkau anakkujika engkau
sedang tumbuh dan menghijau diladang, orangtuamu pasti juga akan terus menjaga,
memperhatikan, memberikan kasih sayang yang penuh untukmu.Jika sebentar
lagi engkau akan berbuah, ingatlah nak merunduklah…karena itu harapan bapak,
merunduk atau menengadahnya padi, semua orangpun tau yang mana yang berisi.jika sudah
menjadi beras, jadilah beras yang
berkualitas, yang tidak ditemani ribuan kutu karena engkau sama seperti orang
kebanyakan, tertimbun didalam tempat-tempatmu,. Padahal jika kau lihat diluar
tempatmu ada banyak orang yang memungut ceceranmu, ada yang harus menukarmu
dengan waktunya setengah hari, selalu begitu dan begitu.jika engkau anakku sudah pada tahap menjadi nasi
bapak berdo’a untukmu selalu agar engkau menyapa perut-perut manusia, bukan
hanya untuk mereka yang berdasi, atau mereka yang memiliki gelar diri. Tapi
untuk mereka juga yang tidak jauh
nasibnya dengan bapak, sapalah nak.kalaupun engkau
terjatuh tanpa ketersengajaan, semoga engkau menyapa perut yang akan menemanimu
dipiring. Sehingga engkau tetap menyapa perut-perut manusia walau prosesnya
lama.
bersabarlah nak,
karena inilah jalannya, inilah hidup, perlu proses untuk sampai pada tujuan
kita mungkin seperti harapan bapak.
Tidak selalu
mulus, ada saja kan?
Anakku.”Bapak pikir, bapak-bapak disanapun tak jauh dengan
harapan bapak, mungkin hanya berbeda sedikit, mungkin.
Sungguh bapak tidak lelah, buktinya bapak tak
pernah kehabisan keringat.Sungguh bapak bisa mengeluarkan keringat dari
mata bapak ini, jika engkau sudah mampu menyapa perut-perut itu nak,
Hah….kenapa, bukan keringat? Hehe mungkin keringat selalu mendominasi air yang
ada pada bapak tiap harinya tanpa jeda.
Kamis, 13 Desember 2012
Sejenak Mengulang Teorinya Tentang Pohon Kelapa
Ada satu menit dimana aku
menyapa pohon apel, kali ini dia tampak
memerah nadanya meninggi, hah dia marah… karena sifat pelupaku ini, makanya ku catat maksudnya itu sekarang.
dia berkata“nak lihatlah pohon kelapa itu, pohon kelapa itu memiliki banyak buah, banyak bukan?? Saling berdekatan, tampak hijau dan kuat. Tapi coba perhatikan perlahan-lahan apakah semua buahnya sama?”
“nah makanya sekarang perhatikan dari sebanyak itu pasti ada saja yang berbeda, paham??” tanyanya.
“Sudah ingat aku sudah pernah menceritakan ini padamu?” lanjutnya lagi
nyengir kuda aku dibuatnya, itu adalah ekspresiku biasanya. Tapi kali ini airmataku menetes, dan aku rindu setelah itu dia menepak jidatku. Dasar anak pintar !! haha
tapi karena posisiku sekarang, tidak ada adegan itu lagi..(T,T)
Teori itu terus berulang-ulang ternyata harus aku pakai. Bukan hanya sekedar untuk diingat tapi untuk ditulis.
Dari banyaknya buah pasti ada saja yang berbeda, tidak semuanya baik tapi ada saja, ada yang sedikit bopeng. Terus apakah pohon kelapa itu membuangnya? Dia tetap memeluknya, terkecuali buah yang bopeng itu menjatuhkan diri. Begitu besar ya kasih sayang pohon kelapa itu, bahkan dia bisa saja menyalahkan dirinya sendiri tentang kegagalanya karena tidak menghasilkan buah yang sama.
Hmm… aku paham sekarang, tapi bukan karena pohon kelapa itu tapi karena pohon apelku yang selalu melihat hal-hal yang tak pernah bisa kulihat. Pikiranya yang begitu luas, dadanya yang begitu lapang, dan emosinya yang selalu mampu ia redam.
aku meluap-luappun ia segera tumpahkan air digelasku, lalu mulai dia isi lagi. Hah….syukurku karena ada pohon apel dihidupku, Allhamdulillah.
sebentar saja, coba renungkan apakah semua buah sama? Tidak. Terus kamu mngharapkan buah itu sama? Mustahil bisa sama. Jadi jika kamu memang ingin menjadi buah yang baik, bersabarlah, banyak sekali pupuk yang harus pohon apel hisap dengan akarnya. Bertahan dan jangan sampai terjatuh. Lihatlah seberapa berusaha keraskah akar-akar itu menyerap pupuk dan air. Untuk siapa? Untukmu. Terus dengan mudah kamu menjatuhkan diri. Hai jangan !! pohon apel masih ingin melihatmu disitu, melihatmu membesar dan mulai memerah. “Tidak lama lagi” itulah katanya hanya sekedar untuk menyemangatiku padahal bersamaan dengan itu akarnya terus meronta-ronta memegangi tanah hanya sekedar untuk menyerap air dan pupuk itu agar sampai kepada buah apel, yah untuk buah apel.
Angin itu memang menyebalkan lagi-lagi dia mengelus-elus buah apelnya, hampir saja.
Tapi kali ini sudah ku tulis teorinya, silahkan kalian elus-elus, lebih kencang lagi juga boleh.
haha...kantong teori pohon apel masih banyak.
“aku
gak tau” jawabku,
Pohon apel dengan buahnya
Hmm…aku kangen
mnggoreskan tulisanku lebih dari skedar mengkopi catatan presentasi dosen dalam
menjabarkan mata kuliah seputar keperawatan..
kuawali dari huruf
a,
aduh bingung mu nulis apa???
oh iya, ada yang selalu menginspirasi hidupku, menebarkan kecerian dlm hari-hariku…dia sebuah pohon.
sebelumnya ada satu kata yang ingin selalu aku ucapkan sebelum dan setelah tidur “terima kasih”..
terimakasih pohon apel, yang semakin lama semakin merunduk seakan tak mau kalah dengan usiamu yang terus bertambah, dulu awalnya kamu terlihat gagah , yah itu dulu..sekarang??? sekarangpun dia masih segagah itu, “semangatnya” dan itu lebih penting.
semangat pohon apel !!.
dia yang tak pernah memperlihatkan kelelahan
dia yang tak pernah mengeluh
dia yang menginspirasi hidupku..
Hidup dalam kesederhanaan dengan selalu menciptakan kehangatan sudah pasti akan ada kebahagiaan. Bagaikan sebuah oase ditengah masaku. Masaku yang semakin menanjak pohon apel tetap memberikan keteduhan dengan daun-daunnya ia menyorai-nyoraikan agar aku tetap semangat dan yakin bahwa aku dapat menyelesaikan pendakian ini.
selalu ada canda dan tawa ditengah zaman yang rasanya sudah mulai menyered kami untuk segera dimusiumkan. Kenapa kami? Iya aku adalah sebuah buah dari pohon apel itu, jiwaku, pandanganku tercipta seperti yang pohon apel ajarkan..jika data-data kami diprint dalam lembaran-lembaran kertas maka pasti akan tampak perbedaanya dengan mereka.
kuawali dari huruf
a,
aduh bingung mu nulis apa???
oh iya, ada yang selalu menginspirasi hidupku, menebarkan kecerian dlm hari-hariku…dia sebuah pohon.
sebelumnya ada satu kata yang ingin selalu aku ucapkan sebelum dan setelah tidur “terima kasih”..
terimakasih pohon apel, yang semakin lama semakin merunduk seakan tak mau kalah dengan usiamu yang terus bertambah, dulu awalnya kamu terlihat gagah , yah itu dulu..sekarang??? sekarangpun dia masih segagah itu, “semangatnya” dan itu lebih penting.
semangat pohon apel !!.
dia yang tak pernah memperlihatkan kelelahan
dia yang tak pernah mengeluh
dia yang menginspirasi hidupku..
Hidup dalam kesederhanaan dengan selalu menciptakan kehangatan sudah pasti akan ada kebahagiaan. Bagaikan sebuah oase ditengah masaku. Masaku yang semakin menanjak pohon apel tetap memberikan keteduhan dengan daun-daunnya ia menyorai-nyoraikan agar aku tetap semangat dan yakin bahwa aku dapat menyelesaikan pendakian ini.
selalu ada canda dan tawa ditengah zaman yang rasanya sudah mulai menyered kami untuk segera dimusiumkan. Kenapa kami? Iya aku adalah sebuah buah dari pohon apel itu, jiwaku, pandanganku tercipta seperti yang pohon apel ajarkan..jika data-data kami diprint dalam lembaran-lembaran kertas maka pasti akan tampak perbedaanya dengan mereka.
Pohon apel mengajari
tentang arti hidup, hidup untuk disyukuri,
dipelajari dan dipahami.
tidak perlu harus menjadi buah yang terlihat menarik diantara buah yang lainya..tapi jadilah sebuah buah yang sangat bermanfaat bagi yng merasa dahaga, walaupun buah terahir yang tersisa.
tidak perlu harus menjadi buah yang terlihat menarik diantara buah yang lainya..tapi jadilah sebuah buah yang sangat bermanfaat bagi yng merasa dahaga, walaupun buah terahir yang tersisa.
pohon apel yang tak pernah kenal henti hadir mengiringiku..
jarak hanya kata, karena kami slalu bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)
gg.jpg)
gggg.jpg)

